Saturday, January 28, 2012

“Apartemenmu terlihat kosong, kau tahu?”
“Memang, aku jarang di rumah, jadi untuk apa membeli barangbarang yang tidak berguna? Kau mau minum?”
“Teh juga boleh, ngomong-ngomong, kau fotografer, bukan?”
“Ya. Kenapa?”
“Kenapa aku tidak melihat satu lembar foto pun di sini? Maksudku, foto hasil jepretanmu.”
“Biasanya aku menyimpan foto-fotoku di komputer. Aku jarang mencetaknya, apalagi memajangnya,”
“Padahal aku ingin melihat foto-foto yang kauambil,”
“Lain kali akan kutunjukkan padamu.”
“Kau juga bekerja sebagai fotografer sewaktu tinggal di Amerika?”
“Ya,”
“Kau senang di sana?”
“Tentu.”
“Lalu sekarang kau ingin bekerja di Tokyo?”
“Ya,”
“Kenapa?”
“Menjadi fotografer itu bisa di mana saja. Tidak harus terikat di satu tempat, bukan? Aku ingin mencari suasana baru dan menurutku Tokyo kota yang sangat menarik.”
“Suasana baru? Orang yang membutuhkan perubahan suasana biasanya ingin melupakan sesuatu. Bukankah begitu?”
“....”
“Aku jadi ingin tahu apa yang ingin kaulupakan. Atau siapa.”

(Winter In Tokyo -Ilana Tan)

No comments:

Post a Comment